Geotourism Sabang

Program Hibah Bina Desa - Unsyiah

Batee Tamon

Taman Laut Batee Tamon adalah salah satu pantai wisata yang terletak di sebelah timur gampong Jaboi. Batee Tamon dalam bahasa Aceh berartikan Batu Bertumpuk atau Tumpukan Batu. Nama ini sesuai dengan fisik dan relief pantainya yang dipenuhi banyak batuan bertumpuk besar dan kecil di sekitarnya. Penjelajahan lautnya yang dangkal dan juga jernih memungkinkan pengunjung melihat dasar laut yang berisi batu-batuan, terumbu karang, dan ikan hias yang berenang bebas dan bersembunyi di celah celah terumbu karang.

 

Batee Tamon adalah akuarium raksasa dengan keindahan bawah laut yang tidak kalah memikat dengan Pulau Rubiah yang sudah terkenal ke mancanegara. Keindahan biota laut berupa terumbu karang dan ikan-ikan hias yang masih alami dan sama sekali tidak tercemar dan terjamah oleh tangan-tangan kotor sangat cocok untuk dijadikan sebagai tempat snorkeling. Para pengunjung dapat menikmati indahnya terumbu karang dan ikan-ikan hias yang didominasi oleh jenis Blue Tang dan Clownfish berenang di bawah laut secara langsung.

Selain itu juga terdapat banyak macam jenis biota laut yang terdapat di pulau ini, seperti bintang laut, bunga lili laut, cumi-cumi dan berbagai macam terumbu karang beraneka warna. Terumbu karang yang yang terdapat disini mulai dari karang keras hingga sampai yang empuk, seperti karang meja, karang batik, dan karang tanduk. Adapun sebagian Hewan Cnidaria ini telah mengalami kerusakan pasca Tsunami yang menerjang Aceh pada Desember tahun 2004 silam.

Pada sore hari, Batee Tamon juga menyajikan pemandangan yang sangat indah berupa hamparan birunya laut diiringi oleh indahnya langit di senja hari.Lokasinya yang menghadap ke arah Timur Pulau Sumatra memungkinkan pengunjung melihat matahari terbit dan kawasan lalu lintas kapal cepat dan kapal ferry Banda Aceh-Sabang.Perjalanan menuju Batee tamon dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor maupun mobil selama 30 menit dari kota sabang, namun jalan yang di lalui cukup terjal.

Untuk menjaga kelestariannya, masyarakat Jaboi membuat qanun yang berisi larangan untuk memancing ikan di kawasan tersebut. Apabila kedapatan ada yang melanggar qanun tersebut, maka pelakukanya akan dihukum menurut hukuman adat yang berlaku. Sanksi yang didapatkan akan berbeda sesuai dengan cara pengambilan ikan yang dilakukan oleh pelanggar.

Link Video : https://www.youtube.com/watch?v=cwW6AXW5zTU