Geotourism Sabang

Program Hibah Bina Desa - Unsyiah

Makam Cot Neuhot

Jaboi merupakan salah satu desa yang berada dipesisir pantai bagian selatan pulau Weh. Desa Jaboi terletak di kecamatan Sukajaya, kota Sabang, provinsi Aceh. Jaboi dikenal sebagai salah satu kampung adat yang masih menjunjung tinggi nilai-nilai budaya yang bernuansa islami serta adat istiadat yang masih dipegang teguh oleh masyarakat sekitar. Karena posisi desa Jaboi terletak di wilayah pesisir pantai, umumnya masyarakat desa Jaboi berprofesi sebagai nelayan, mereka menggantungkan hidup dengan dengan mengandalkan potensi laut.

Desa Jaboi mempunyai beberapa lokasi wisata menarik yang belum tereksplor secara maksimal, baik wisata alam maupun wisata religi, salah satunya adalah lokasi Makam keramat Syeikh Nasrullah Al-Junaidi Habsah dan istrinya Syarifah Siti Fatimah Al-Khadad yang terletak di Cot Neuhot, lokasinya berjarak kurang lebih sekitar 15 KM dari pusat kota Sabang.

Sheikh Nasrullah Al-Junaidi Habsah atau yang biasa dikenal dengan nama tengku Di Uha, Beliau merupakan salah satu ulama yang berjuang pada masa pemerintahan raja-raja Aceh, Beliau mendapatkan mandat langsung dari sultan aceh untuk memakmurkan kota sabang dan menjadikan kota Sabang sebagai kota islami.  Tidak ada catatan sejarah pasti yang menyatakan abad keberapa beliau hidup, tapi yang pasti makam ini telah ada jauh Sebelum Sultan Alauddin Riayat Syah bertahta di Aceh. Disabang sendiri terdapat 44 makam keramat aulia yan diagungkan baik itu yang masih diketahui keberadaannya maupun yang sudah tidak diketahui lagi dan makam ini merupakan salah satu makam tertua di kota Sabang.

Disekitar makam Syeikh Nasrullah Al-Junaidi Habsah terdapat beberapa makam lainnya yang dikenal sebagai makam Teungku hom. Kata ‘hom’ berasal dari bahasa aceh yang artinya tidak diketahui. Julukan ini diberikan karena beliau ditemukan tanpa diketahui identitasnya. Teungku hom merupakan korban pembantaian pada masa konflik di aceh, jasad beliau ditemukan terpisah tanpa kepala di sekitar tambak yang sekarang sudah berubah menjadi hutan bakau yang terletak beberapa ratus meter dari kawasan makam tersebut. Masyarakat yang tidak mengentahui dengan jelas asal usul korban pembunuhan yang ditemukan di areal tambak tersebut kemudian memakamkan jenazah disamping makamSyeikh Nasrullah Al-Junaidi Habsah dan diberi nama makam Teungku hom.

Berdasarkan hasil wawancara dengan tokoh masyarakat setempat, konon diketahuiSyeikh Nasrullah Al-Junaidi Habsah merupakan seorang aulia tertua yang pernah mendiami pulau Weh. Tapi sayangnya makam peninggalan leluhur yang sudah ada sejak berabad-abad yang lalu ini terbengkalai dan kurang terurus. Terbukti dengan banyaknya semak belukar dan rumput-rumput liar yang tumbuh disekitar makam tersebut serta lokasi makam yang agak tertutup dengan perpohonan yang tumbuh disekelilingnya. Harapan kedepannya agar pemerintah kota Sabang lebih memperhatikan tempat bersejarah dan merenovasinya kembali serta mencari kembali makam-makam keramat yang sudah hilang agar kelak generasi penerus kita dapat mengentahui bahwa sabang bukan hanya tempat wisata alam yang indah tapi juga tempat yang penuh dengan nilai sejarah dan jejak-jejak aulia yang pernah mendiami pulau ini

Link Video : https://www.youtube.com/watch?v=KiDXC-x0r00